Feeds:
Tulisan
Komentar

puteri cayang

mejeng ni yee

http://i246.photobucket.com/albums/gg114/nurulhuda_2008/RECO0109.jpg

CHANGE!

Satu kata terindah adalah, Change!
Dua kata terindah di hati manusia, Terima Kasih,
Tiga kata yang menghimpit dihati, Negeriku Sulit Berubah,
Empat kata yang membunuh, Negeriku Tidak Bisa Berubah,
Lima kata yang memanggil, Negeriku Butuh Aku untuk Berubah,
Banyak kata yang perlu diwaspadai, ….Mereka yang Berubah-ubah Terus dan yang Tak Mau Berubah Sama Sekali.
Demikian serangkaian buah pikir yang ditulis Rhenald Kasali dalam buku  Re-Code Your Change DNA, sekian lama saya menatap tulisan yang tertera didepan mata.. Sedemikian dalam saya merenungkan kata-kata yang terangkai,dan saya biarkan larut menjelajah alam pikiran . Saya kembali menatap dalam-dalam apa yang tertulis pada baris pertama yaitu kata Change ( Perubahan ).
Jika dikaitkan dengan apa yang sekarang ramai diperbincangkan dalam dunia saya sebagai seorang guru, dalam setiap kesempatan ketika rapat dewan guru, kepala sekolah menekankan bahwa guru-guru harus berubah, disetiap pertemuan-pertemuan berupa seminar atau pada setiap pembukaan kegiatan-kegiatan pelatihan, para pejabat yang memberikan kata sambutan menekankan bahwa kita semua harus berubah  sesuai dengan segala macam bentuk perubahan yang sedang terjadi dalam dunia pendidikan, baik itu menyikapi perubahan kurikulum, perubahan bahan ajar , perubahan cara mengajar dan banyak lagi perubahan-perubahan yang lain. Sedemikian banyaknya perubahan yang harus dilakukan  sehingga guru-guru menjadi bingung perubahan apa yang harus di dahulukan, sehingga timbul berbagai macam pertanyaan yaitu apa yang harus saya rubah,  apa yang menjadi prioritas pertama yang harus saya rubah, bagaimana caranya saya harus melakukan perubahan, siapa yang membantu saya untuk melakukan perubahan atau  mengapa saya harus berubah.
Kembali saya mengutip tulisan Rhenald kasali yang menyatakan bahwa perubahan memerlukan pengorbanan, bahkan penderitaan, dan jujur saya katakan bahwa ungkapan ini mudah untuk diucapkan tetapi sangat sulit untuk dilaksanakan.  Jika dikaitkan dengan berbagai macam pertanyaan tadi maka setuju atau tidak setuju dengan ungkapan ini, tetapi saya menggaris bawahi bahwa memang kalau kita ingin segala sesuatunya berubah, jelas memerlukan pengorbanan, baik pikiran, tenaga, waktu bahkan biaya.
Selanjutnya saya kembali untuk mengajak pembaca, merenungi bersama apa yang ditulis Renald Kasali, sehingga meskipun saya tidak menjawab satu persatu apa yang menjadi pertanyaan tentang perubahan, tetapi diri kita sendiri, saya dan para pembaca sekalian yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Dalam setiap diri individu memiliki setidaknya lima komponen dominan, yang disebut dengan ”the big five” ( Costa & Mc Crae, 1997 ). Kelima komponen tersebut dalam bahasa Inggris dikenal dengan OCEAN, yang merupakan akronim dari segala jenis keterbukaan:
-   O    (Openness To Experience) yaitu keterbukaan pikiran, khususnya terhadap hal-hal  baru, hal-hal yang dialami dan dilihat dengan mata sendiri.
- C (Conscientiousness) yaitu keterbukaan hati dan telinga. Penuh kesadaran mendengarkan, baik yang terdengar maupun yang dirasakan.
- E ( Extroversion ) yaitu keterbukaan diri terhadap orang lain, kebersaman dan hubungan-hubungan.
- A ( Agreeableness ) yaitu keterbukaan terhadap kesepakatan ( tidak mudah memilih konflik )
- N ( Neoroticism ) yaitu keterbukaan terhadap tekanan-tekanan
Kembali kepada kontek perubahan yang diinginkan, jika dikaitkan dengan segala macam keterbukaan yang harus kita lakukan untuk menuju sebuah perubahan. Marilah kita mulai bersama-sama baik pihak guru, kepala sekolah, tata laksana sekolah, pengawas, pejabat dinas pendidikan atau siapapun pengambil kebijakan dalam dunia pendidikan  memulai sebuah perubahan dari hal yang kecil dari diri sendiri dengan membuka pikiran kita, membuka hati dan telingan kita, membuka diri untuk mau bekerja sama dan berhubungan dengan orang lain, untuk tidak mudah terprovokasi hal-hal yang tidak rasional dan bersama-sama terbuka terhadap tekanan-tekanan yang dialami ketika melakukan perubahan.

DISAJIKAN PADA SEMINAR SEHARI KKG DAN MGMP SE KOTA BANJARABARU

OLEH
SETIA BUDI S.Pd
DAN
DRA. NURUL HUDA

LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN ( LPMP ) PROPINSI KALIMANTAN SELATAN
MEI 2007

Pendahuluan

Tahun 2006 merupakan tahun pertama Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan memberikan dana langsung ( Block Grant ) melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP Kalsel) kepada MGMP Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika Fisika, Biologi, Pengetahuan Sosial dan Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan adanya block grant revitalisasi MGMP tersebut sesuai jadwal yang telah ditetapkan, sejumlah guru dari 22 SMP/ MTs Negeri dan Swasta se Kota Banjarbaru mengadakan pengkajian dan pendalaman materi sehubungan dengan pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ).
Kegiatan MGMP membawa manfaat yang sangat besar bagi guru dalam memahami amanat kurikulum, karena banyak hal dalam  menyikapi paradigma baru dunia pendidikan yang masih belum  diketahui dan dikuasai
sepenuhnya oleh guru, sehingga dalam proses pembelajaran didalam  kelas sejumlah guru mengakui bahwa meskipun kurikulum sudah berubah tetapi guru masih menggunakan pembelajaran  dengan  pola lama.
Selama pelaksanaan kegiatan mgmp sebanyak 12 minggu  dapat diinventarisir beberapa permasalahan yang sangat  penting dan mendasar berkaitan dengan kegiatan pembelajaran disekolah., yang kemudian kami kelompokkan menjadi pernasalahan dan solusi yang bersifat umum karena merupakan kendala dari semua MGMP di Kota Banjarbaru, juga  permasalahan dan solusi yang bersifat khusus karena merupakan kendala yang sangat urgen dari  setiap mata pelajaran tertentu.
Mengingat pentingnya kegiatan mgmp, kami berharap kepedulian semua pihak terkait untuk turut berperan serta secara berkesinambungan memberi kontribusi berupa bantuan dana maupun kerjasama dalam  memberi solusi dari permasalahan yang dialami oleh mgmp di Kota banjarbaru. Semoga dengan kerjasama yang baik tersebut  kinerja guru di Kota Banjarbaru menjadi lebih berkualitas sehingga misi Banjarbaru sebagai Kota Pendidikan dan Tujuan Pendidikan Nasional dapat segera terwujud.

PERMASALAHAN DAN SOLUSI MGMP KOTA BANJARBARU

1. PERMASALAHAN UMUM
Permasalahn umum yang kami inventarisir dari semua mgmp Kota Banjarbaru adalah :
A.  Kurikulum
- Pemberlakukan KTSP di sekolah belum sepenuhnya dipahami oleh guru
- kurangnya informasi dan pengetahuan para peserta mgmp terhadap   perkembangan kurikulum berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar didalam kelas . Hal ini terlihat pada saat mgmp melaksanakan kegiatan  praktik peer teaching.
- Pemberlakuan kurikulum 2006 yang belum serentak di Kota Banjarbaru   menyebabkan sebagian guru belum memahami pembuatan silabus maupun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
- Kurangnya pemahaman guru terhadap standar kompetensi dan    kompetensi  dasar yang ingin dicapai.
- Sebagian besar guru belum memahami cara menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal mata pelajaran
-  Masih banyak guru yang mengajar hanya mengahabiskan materi di buku  dan tidak mengacu kepada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
- Masih banyak guru belum mengerti cara menilai sesuai dengan aspek   yang terdapat dalam pelaporan hasil belajar
- Pelaksanaan ulangan bersama sekota Banjarbaru menjadikan guru merasa  tidak dilibatkan dalam mengambil keputusan tentang hasil belajar siswa dan soal-soal ulangan bersama masih belum bisa mengakomodasi semua aspek yang diperlukan dalam sistem penilaian.
- Soal – soal  Ujian Nasional dan Ujian Sekolah belum mengakomodasi aspek – aspek yang diperlukan dalam sistem penilaian

Solusi Permasalahan Kurikulum
-    Sosialisasi dan pelatihan yang lebih efektif baik secara kualitatif  maupun kuantitatif, terstandarisasinya materi, strategi dan pendekatan penyampaian maupun nara sumbernya serta melengkapi dokumen yang diperlukan oleh guru
-    Mengadakan kegiatan pembuatan silabus dan RPP secara bersama – sama.
-    Memahami dan melakukan analisis terhadap standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai
-    Mengadakan kegiatan pelatihan khusus materi  sistem penilaian
-    Guru di beri kepercayaan dan tanggung jawab untuk menentukan penilian sesuai dengan aspek yang diperlukan dan meniadakan ulangan bersama se Kota Banjarbaru
-    Soal – soal Ujian Nasional dan Ujian Sekolah juga mengakomodasi semua aspek penilaian dari mata pelajaran tersebut

B.  Sarana Prasarana
-  MGMP belum memiliki gedung pertemuan yang letaknya strategis dan mudah di jangkau oleh semua peserta .
-  masih banyak sekolah yang belum memiliki laboratorium komputer, menjadi hambatan ketika mau menggunakan media komputer / ICT.
-  Perpustakaan belum menjadi sarana  lengkap yang bisa memenuhi keperluan buku sebagai salah satu  sumber informasi.
-   Keterbatasan media dan alat peraga yang tersedia disekolah
-  Jumlah siswa dalam satu kelas yang cukup besar  menyulitkan ketika ingin menerapkan pembelajaran kooperatif  karena harus memindah tempat  duduk dan meja siswa yang memerlukan waktu cukup lama.

Solusi Permasalahan Sarana Prasarana
-    Pemerintah daerah membantu pembangunan gedung mgmp beserta
fasilitas yang dapat memperlancar kegiatan mgmp, seperti komputer,
LCD, internelt. dan fasilitas pendukung lainnya.
-    Pemerintah diharapkan mengupayakan pemerataan pemberian  laboratorium komputer agar sekolah – sekolah dapat mengembangkan pembelajaran melalui media komputer.
-    Sekolah diupayakan memenuhi kelengkapan buku di perpustakaan sesuai dengan materi kurikulum 2006
-    Kepala sekolah diharapkan memprogramkan pembuatan media dan  alat peraga melalui dana BOS
-    Pelatihan dan lokakarya pembuatan alat peraga serta identifikasi media dan alat peraga yang diperlukan
-    Jumlah siswa tidak terlalu besar, karena idealnya hanya 20 siswa dalam satu kelas. Desain kursi diharapkan sekaligus ada mejanya untuk efisiensi waktu.

C.  Kepala Sekolah
-   Masih ada kepala sekolah yang belum memberi dukungan kepada guru  yang mau ikut MGMP dengan tidak memberikan jam kosong pada hari pelaksanaan mgmp.
-   Masih ada kepala sekolah  yang mengirim guru bukan pemangku mata pelajaran sesuai mgmp
-  Masih ada kepala sekolah yang tidak memberikan bantuan dana kepada guru yang mengikuti mgmp.

Solusi Permasalahan Kepala Sekolah
-    Kepala Sekolah memberikan jam kosong sesuai hari kegiatan mgmp kepada guru yang mengikuti mgmp.
-    Kepala Sekolah mengirim guru peserta mgmp sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya
-    Kepala Sekolah memasukkan dana bantuan kepada guru perserta mgmp dalam anggaran pengeluaran dana sekolah

D.  Guru Peserta MGMP
- Sebagian guru masih kurang terbuka mengungkapkan kendala yang dialami dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar disekolah
- Sebagian guru kurang disiplin dalam mengikuti kegiatan mgmp serta tidak mau mengerjakan tugas yang diberikan
-  guru peserta mgmp terkesan hanya menunggu informasi dari fasilitator

Solusi Permasalahan guru peserta MGMP
-    Guru terbuka menyampaikan kendala yang dialami sehingga bisa dicari solusinya bersama-sama
-    Guru lebih disiplin dalam kehadiran dan mengerjakan tugas
-    Guru lebih aktif mencari informasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan menyampaikan informasi yang ditemukan tanpa hanya menunggu informasi dari fasilitator saja

E.    Fasilitator
Tidak semua fasilitator menguasai semua permasalahan / materi yang disajikan dalam kegiatan mgmp maupun materi sehubungan dengan pemberlakuan KTSP.karena tidak semua fasilitator mendapatkan kesempatan mengikuti diklat materi yang diperlukan.

Solusi Permasalahan fasilitator
Fasilitator MGMP dituntut lebih aktif mencari berbagi Informasi yang diperlukan guru dan bersedia  menyampaikan kepada teman-teman guru. Serta memberikan pembekalan berupa diklat materi terbaru kepada para fasilitaor agar dapat menyampaikan kembali informasi tersebut kepada guru.

2. Permasalahan Khusus
a. Permasalahan MGMP Matematika
-  Penyusunan Kompetensi Dasar tidak sesuai dengan materi
- Dalam kegiatan mgmp hanya dilaksanakan peer teaching sedangkan peserta menginginkan real teaching
Solusi Permasalahan MGMP Matematika
-  Menyesuaikan urutan Kompetensi Dasar sesuai materi
-  MGMP berikutnya melaksanakan peer teaching dan real teaching

b. Permasalahan MGMP Bahasa Inggris
-   Metode dan teknik penyampaian kurang variatif
-   Kompetensi Bahasa Inggris yang kurang
Solusi Permasalahan MGMP Bahasa Inggris
-  fasilitator  menggunakan  metode dan teknik penyampaian yang lebih   variatif
-   meningkatkan kemampuan bahasa Inggris

c. Permasalahan MGMP Bahasa Indonesia
- sebagian besar guru masih menggunakan teknik dan strategi pembelajaran yang monoton
- sebagian besar guru masih belum memahami instrumen yang dipergunakan    sesuai sistem penilaian setiap aspek dalam bahasa Indonesia
Solusi Permasalahan MGMP Bahasa Indonesia
-    Pelatihan pengenalan metode , tehnik dan strategi pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa sekaligus mempraktikkannya sesuai kompetensi dasar yang ingin dicapai
-    Pelatihan materi sistem penilaian setiap aspek dalam pelajaran Bahasa indonesia

d. Permasalahan MGMP Pengetahuan Sosial Dan Pendidikan
Kewarganegaraan.
-    Tuntutan penilaian kurikukulum 2006 ( KTSP ) untuk mata pelajaran
pengetahuan sosial dan Pendidkan Kewarganegaraan dibagi menjadi
2 aspek penilaian yaitu nilai pemahaman konsep dan nilai penerapan.
Karena sebagian besar guru masih belum mendapat sosialisasi khusus tentang bagaimana melakukan penilaian yang benar  berdasarkan tuntutan itu,  dalam praktiknya dilapangan guru memberikan penilaian kedua aspek tersebut berdasarkan interpretasi guru itu sendiri.. Lebih parahnya lagi guru belum mengerti cara menilai dan alat penilaian  yang sesuai dengan kedua aspek tersebut, sehingga untuk penilaian sikap yang semestinya menggunakan lembar observasi yang jelas kriteria alat ukurnya, guru malah menggunakan penilaian berdasarkan nilai subjektifitas saja tanpa memakai lembar pengamatan yang jelas administrasi dan pertanggung jawabannya. Ketika fasilitator memberi materi tentang pembuatan soal, ternyata pengakuan dari sebagian besar guru menyatakan bahwa mereka baru mengetahui bahwa soal yang mereka buat selama ini belum sesuai dengan kaidah penulisan soal yang benar. Guru juga mengakui sering menggunakan LKS dari penerbit saja, padahal kenyataannya soal dalam LKS belum memenuhi target pencapaian kompetensi dasar tertentu…

Solusi Permasalahan Penilaian
Pelatihan khusus kepada semua guru berkaitan dengan : 1) konsep dasar penilaian kelas yang akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan penilaian, manfaat penilaian, fungsi penilaian  dan rambu-rambu penilaian. 2)  Teknik penilaian yang akan menjelaskan berbagai cara dan alat penilaian. 3) Pengelolaan hasil penilaian yang memberikan arahan dalam menganalisis, menginterpretasi dan menentukan nilai pada setiap proses dan hasil pembelajaran. 4) Pemanfaatan dan pelaporan hasil penilaian  yang mencakup pemanfaatan hasil, bentuk laporan hasil penilaian dan penentuan kenaikan kelas.

e. Permasalahan MGMP Fisika
Permasalahan penerapan pembejaran IPA terpadu oleh satu orang guru, diantaranya :
-    Keterbatasan pengetahuan guru berdampak pada keterbatasan menjabarkan konsep kepada peserta didik. Sehingga kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik justru tidak tercapai. Yang lebih parah lagi adalah adanya guru yang justru salah konsep, sehingga peserta didik menerima konsep yang salah, Misalnya konsep massa dan berat.
-    IPA tidak saja menyangkut olah pikir ( minds-on ) tapi juga memperhatikan olah tangan ( hands-on ) yang berupa kerja praktek. Melalui kerja praktek peserta didik dapat mengembangkan keterampilan proses IPA, kompetensi psikomotoriknya, bahkan juga mengembangkan aspek afektifnya.. Keterbatasan kemampuan guru IPA dalam mentransfer pengetahuan melalui kerja praktek (praktikum) membuat peserta didik juga kurang mampu mengembangkan keterampilan proses IPA. Yang terjadi di lapangan adalah , guru melewati materi yang harus ditemukan peserta didik melalui kerja praktek (praktikum), bahkan hanya menyampaikan materi tersebut dengan ceramah, sehingga proses yang harus dilalui peserta didikm untuk menemukan konsep tidak terjadi, yang terjadi justru memberikan konsep jadi kepada peserta didik. . Perisatiwa yang juga pernah terjadi di lapangan adalah seorang guru yang justru tidak pernah mengajarkan pengukuran dengan jangka sorong, neraca Ohaus, stopwatch atau thermometer pada peserta didik sehingga kompetensi dasar yang seharusnya dimiliki peserta didik menjadi tidak tercapai.

Solusi Permasalahan MGMP IPA
-    Diadakan diklat terpadu antara guru fisika dan guru biologi untuk memperdalam pengatahuan, sehingga guru mempunyai kompetensi mentransfer ilmu nya kepada siswa dalam konteks IPA terpadu secara benar.
-    Diadakan diklat alat peraga IPA , agar guru Fisika dapat belajar praktikum biologi dan guru biologi dapat belajar menggunakan alat-alat fisika.
-    Guru Fisika maupun guru biologi hendaknya mnyikapi perubahan kurikulum secara positif dan mau belajar sehingga tidak lagi mempertahankan mengajar fisika saja atau mengajar biologi saja

f. Permasalahan mgmp IPA biologi
Kurangnya motivasi dan kesadaran peserta mgmp untuk melaksanakan tugas dalam mgmp seperti yang telah disepakati sebelumnya, misalnya :
-    Tidak mau atau enggan mempersiapkan RPP
-    Menunjuk salah satu anggota kelompoknya saja yang bekerja
-    Tidak masuk saat giliran peer teaching
-    Enggan memberikan informasi seputar permasalahan KBM yang dilaksanakan
-    Peserta terkesan hanya menunggu informasi dari fasilitator

Solusi Permasalahan MGMP IPA Biologi
Mengingat pentingnya kegiatan mgmp sebagai wadah mempelajari dan mendalami bersama seputar permasalahan perubahan kurikulum, maka di harapkan guru IPA Biologi termotivasi untuk aktif mengikuti kegiatan MGMP.

Penutup
Perubahan kurikulum membawa dampak perubahan paradigma pembelajaran. Cuma sayangnya banyak guru yang masih belum mengerti dan mengetahui apa yang harus dilakukan dengan perubahan tersebut. MGMP merupakan salah satu wadah pertemuan guru-guru mata pelajaran sejenis untuk membicarakan dan mempelajari bersama masalah-masalah berkaitan dengan proses belajar mengajar. Mengingat pentingnya pertemuan guru dalam wadah mgmp, maka diharapkan kepedulian semua pihak terkait untuk memberikan bantuan finansial demi terselenggaranya kegiatan mgmp

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!